Jangan pandang remeh anak ABK
Jangan pandang remeh
anak ABK
Anak-anak
adalah sebuah anugerah terindah, menjadi
sebuah pelengkap dalam sebuah bahtera rumah tangga. Menjadi sosok yang
ditungu-tunggu bagi setiap pasangan suami istri. Lalu bagaimana ketika anak itu
lahir berbeda dengan anak-anak normal.
Anak
berkebutuhan khusus (ABK) adalah anak dengan karakteristik khusus yang berbeda
dengan anak-anak pada umumnya, anak berkebutuhan khusus adalah mereka yang juga
membutuhkan pelayanan bahkan pendidikan yang layak seperti anak-anak normal
lainnya, anak berkebutuhan khusus juga bukan hanya anak yang selalu menunjukan
pada ketidakmampuan mental, emosi atau fisik.
Yang
termasuk kedalam ABK antara lain:tunarungu, tunanetra, tunagrahita, tunadaksa,
tunalaras, kesulitan belajar, anak keterlambatan belajar, gangguan perilaku,
anak berbakat, anak dengan gangguan kesehatan.
Istilah
lain bagi anak berkebutuhan khusus adalah anak luar biasa dan anak cacat,
banyak sekali disekitar kita yang masih belum bisa menerima keberadaan
anak-anak berkebutuhan khusus ini, sehingga sangat dibutuhkan pemahaman kepada
orang-orang sekitar tentang ABK itu sediri.
Pandangan
masyarakat tentang ABK atau anak cacat masih dipandang sebagai anak yang harus dikasihani atau
disantuni. Sehinggan banyak orang-orang cacat yang memiliki keterampilan melebihi
orang normal.
Bahkan
sekarang banyak orang yang merawat dan mendirikan tempat untuk para penyandang
distabilitas. Mereka membantu untuk para distabilitas menunjukan bakat mereka.
Fisik tidak menghalangi untuk terus berkarya.
Beberapa
Pandangan yang ada dalam masyarakat, dapat di simpulkan bahwa kehadiran anak
berkebutuhan khusus didalam masyarakat terdapat beragam reaksi positif atau
masyarat yang menerima keberadaan anak berkebuthan khusus itu dengan tindakan
seperti bergaul bersama dan peduli, bahkan ada juga bereaksi negatif, seperti
contoh "Anak cacat hanya akan membawa kesialan atau anak cacat hanya akan
mempersulit sosial bahkan keluarga itu sendiri".
Dengan
reaksi-reaksi tersebut, disisi lain masyarakat yang sudah mampu menerima
keberadaan anak berkebutuhan khusus akan diberi pelayanan atau kesempatan untuk
mendapat pendidikan dan pelatihan khusus yang memperlihatkan bakat dan potensi
mereka, mereka juga memiliki hak yang sama dengan anak-anak normal
lainnya.
Anak
berkebutuhan khusus juga memerlukan bantuan dari orang lain, terkadang ada rasa
tidak percaya diri dan malu. Namun
pandangan negative dan reaksi masyarakat termasuk keluarga dapat menjadi problema
tersendiri bagi anak berkebutuhan khusus. Mari kita bersama-sama menghargai
hak-hak setiap anak, dimana semua anak itu sama bahkan anak-anak yang
berkebutuhan khusus.
Anak-anak
adalah sebuah anugerah terindah, menjadi
sebuah pelengkap dalam sebuah bahtera rumah tangga. Menjadi sosok yang
ditungu-tunggu bagi setiap pasangan suami istri. Lalu bagaimana ketika anak itu
lahir berbeda dengan anak-anak normal.
Anak
berkebutuhan khusus (ABK) adalah anak dengan karakteristik khusus yang berbeda
dengan anak-anak pada umumnya, anak berkebutuhan khusus adalah mereka yang juga
membutuhkan pelayanan bahkan pendidikan yang layak seperti anak-anak normal
lainnya, anak berkebutuhan khusus juga bukan hanya anak yang selalu menunjukan
pada ketidakmampuan mental, emosi atau fisik.
Yang
termasuk kedalam ABK antara lain:tunarungu, tunanetra, tunagrahita, tunadaksa,
tunalaras, kesulitan belajar, anak keterlambatan belajar, gangguan perilaku,
anak berbakat, anak dengan gangguan kesehatan.
Istilah
lain bagi anak berkebutuhan khusus adalah anak luar biasa dan anak cacat,
banyak sekali disekitar kita yang masih belum bisa menerima keberadaan
anak-anak berkebutuhan khusus ini, sehingga sangat dibutuhkan pemahaman kepada
orang-orang sekitar tentang ABK itu sediri.
Pandangan
masyarakat tentang ABK atau anak cacat masih dipandang sebagai anak yang harus dikasihani atau
disantuni. Sehinggan banyak orang-orang cacat yang memiliki keterampilan melebihi
orang normal.
Bahkan
sekarang banyak orang yang merawat dan mendirikan tempat untuk para penyandang
distabilitas. Mereka membantu untuk para distabilitas menunjukan bakat mereka.
Fisik tidak menghalangi untuk terus berkarya.
Beberapa
Pandangan yang ada dalam masyarakat, dapat di simpulkan bahwa kehadiran anak
berkebutuhan khusus didalam masyarakat terdapat beragam reaksi positif atau
masyarat yang menerima keberadaan anak berkebuthan khusus itu dengan tindakan
seperti bergaul bersama dan peduli, bahkan ada juga bereaksi negatif, seperti
contoh "Anak cacat hanya akan membawa kesialan atau anak cacat hanya akan
mempersulit sosial bahkan keluarga itu sendiri".
Dengan
reaksi-reaksi tersebut, disisi lain masyarakat yang sudah mampu menerima
keberadaan anak berkebutuhan khusus akan diberi pelayanan atau kesempatan untuk
mendapat pendidikan dan pelatihan khusus yang memperlihatkan bakat dan potensi
mereka, mereka juga memiliki hak yang sama dengan anak-anak normal
lainnya.
Anak
berkebutuhan khusus juga memerlukan bantuan dari orang lain, terkadang ada rasa
tidak percaya diri dan malu. Namun
pandangan negative dan reaksi masyarakat termasuk keluarga dapat menjadi problema
tersendiri bagi anak berkebutuhan khusus. Mari kita bersama-sama menghargai
hak-hak setiap anak, dimana semua anak itu sama bahkan anak-anak yang
berkebutuhan khusus.

Komentar
Posting Komentar